Sejarah Dukungan Partai Islam Pada Capres
1999 : Partai Keadilan Mendukung Didin Hafidudin dengan alasana Moralis, patriotik, moderat, demokrat, visioner, independen, dan masih muda, PUI mengajukan Prof. Deliar Noer dan PBB ajukan Prof. Yusril Ihza Mahendra lalu Prof. Yusril mundur dari pencapresan dan mengalihkan suara ke Gus Dur
2004. PKS dan PAN mendukung Amien Rais, PBB ke SBY-JK, PPP ajukan Hamzah Haz, PKB, PPNUI dan PKS Faksi Anis Matta ke Wiranto
2009 : Seluruh Partai Islam Mendukung SBY-Boediono, kecuali PKNU ke Wiranto. PAN dan PPP sempat nyaris membuat duet Prabowo-Soetrisno Bachir, namun gagal karena Amien bawa PAN ke SBY dengan tawarkan tiga kader jadi cawapres diantaranya amien, SB dan Hatta tapi SBY terakhir memilih Boediono
2014 : PKB mendukung Jokowi-JK, PAN, PKS, PKNU dan PPP ke Prabowo-Hatta, sempat ada opsi dari PBB usung Jokowi-Yusril atau Yusril-Puan
2019 : PKS dan PAN ke Prabowo, PKB, PPP dan PBB ke Jokowi-MA
2024 ; Partai Gelora, PBB dan Partai Ummat Islam (PUI) ke Prabowo-Gibran, PUI sampai akhir masih mengupayakan Kandidat Internal sendiri, Gelora pun ajukan Anis Matta-Fahri Hamzah, namun belakangan ke Prabowo, PUI demikian, PBB sampai akhir ajukan Prof. Yusril sebagai Cawapres. Sedang PKS-PKB ke Anies dan PPP ke Ganjar
Menuju 2029 : PUI mengajukan sejumlah nama kembali termasuk dari internal.

Comments
Post a Comment