Di tengah keprihatinan yang mendalam akibat pandemi Covid-19, kita patut berbangga dan bersyukur dengan sejumlah penemuan dan inovasi dari para peneliti dan akademisi Indonesia baik di lembaga riset, kampus, maupun perusahaan.
Kita membaca berita tentang inovasi ventilator portabel yang dikembangkan oleh teman-teman di ITB, YPM Salman, dan FK Unpad, Bandung. Temuan ini menjawab dua problem: langka dan mahalnya ventilator, serta sulitnya mobilisasi ventilator dari satu tempat ke tempat lain.
Teman-teman di FK UI dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI juga berhasil mengembangkan aplikasi asesmen risiko Covid-19. Temuan ini membuat orang bisa melakukan tes mandiri dan cepat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Aplikasi EndCorona ini penting untuk menekan penyebaran virus, terutama karena sifatnya yang tidak menunjukkan gejala pada orang yang telah terinfeksi.
Kita juga membaca temuan alat rapid test buatan Indonesia “Sensing Self” yang sudah dipesan oleh berbagai negara di dunia. Ada juga prototipe test kit PCR Covid-19 yang dikembangkan oleh Nusantics.
Dan mungkin masih ada lagi temuan-temuan membanggakan yang belum saya tahu.
Indonesia harus berpartisipasi dalam global race menyelamatkan umat manusia. Memberi kontribusi strategis bagi peradaban dunia.
Pandemi ini telah menjadi global disruption bagi bisnis, ekonomi, teknologi, ilmu kedokteran, kehidupan sosial, bahkan pemerintahan. Orang dipaksa menerima new normal dan percepatan transformasi ke digitalisasi.
Dunia usaha harus berpikir keras menyelamatkan bisnis akibat berkurangnya mobilitas manusia. Di sisi lain, ada sektor-sektor bisnis yang jadi punya prospek cerah akibat disrupsi ini.
Begitulah alam menjaga keseimbangan, ada keprihatinan, tapi tetap ada harapan. dan harapan terbesar tentu kita sandarkan pada Allah SWT.
Sekali lagi, terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh inovator dan penemu yang telah bekerja keras menyumbangkan solusi untuk mengatasi wabah Covid-19.
Semoga Allah segera menuntaskan ujian ini dan memberi jalan keluar melalui ilmu pengetahuan. Aamiin.
Kita membaca berita tentang inovasi ventilator portabel yang dikembangkan oleh teman-teman di ITB, YPM Salman, dan FK Unpad, Bandung. Temuan ini menjawab dua problem: langka dan mahalnya ventilator, serta sulitnya mobilisasi ventilator dari satu tempat ke tempat lain.
Teman-teman di FK UI dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI juga berhasil mengembangkan aplikasi asesmen risiko Covid-19. Temuan ini membuat orang bisa melakukan tes mandiri dan cepat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Aplikasi EndCorona ini penting untuk menekan penyebaran virus, terutama karena sifatnya yang tidak menunjukkan gejala pada orang yang telah terinfeksi.
Kita juga membaca temuan alat rapid test buatan Indonesia “Sensing Self” yang sudah dipesan oleh berbagai negara di dunia. Ada juga prototipe test kit PCR Covid-19 yang dikembangkan oleh Nusantics.
Dan mungkin masih ada lagi temuan-temuan membanggakan yang belum saya tahu.
Indonesia harus berpartisipasi dalam global race menyelamatkan umat manusia. Memberi kontribusi strategis bagi peradaban dunia.
Pandemi ini telah menjadi global disruption bagi bisnis, ekonomi, teknologi, ilmu kedokteran, kehidupan sosial, bahkan pemerintahan. Orang dipaksa menerima new normal dan percepatan transformasi ke digitalisasi.
Dunia usaha harus berpikir keras menyelamatkan bisnis akibat berkurangnya mobilitas manusia. Di sisi lain, ada sektor-sektor bisnis yang jadi punya prospek cerah akibat disrupsi ini.
Begitulah alam menjaga keseimbangan, ada keprihatinan, tapi tetap ada harapan. dan harapan terbesar tentu kita sandarkan pada Allah SWT.
Sekali lagi, terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh inovator dan penemu yang telah bekerja keras menyumbangkan solusi untuk mengatasi wabah Covid-19.
Semoga Allah segera menuntaskan ujian ini dan memberi jalan keluar melalui ilmu pengetahuan. Aamiin.

Comments
Post a Comment